8 Bangunan Tua di Jakarta yang Masih Bertahan Sampai Sekarang

8 Bangunan Tua di Jakarta yang Masih Bertahan Sampai Sekarang

8 Bangunan Tua di Jakarta yang Masih Bertahan Sampai Sekarang
bangunan tua jakarta

bangunan tua jakarta

Menurut pokermania88 kota Jakarta yang sarat dengan gedeung-gedung pencakar langit, masih menyisakan bangunan tua yang masih bertahan. Jakarta memang mempunyai sejarah yang panjang semenjak jaman Hindia Belanda hingga sekarang.

Ibukota negara ini memang terus bersolek dan bergulat dengan peradaban jaman. Tapi tidak terlampau susah mengejar gedung-gedung tua bersejarah yang masih eksis dan berubah fungsi. Walaupun jumlahnya tak tidak sedikit sisa-sisa peninggalan jaman kolonial dapat dilihat dari 8 bangunan tua ini.

1. Bioskop Metropole XXI
Bioskop yang terdapat di area Menteng ini masih menyisakan memori akan Jakarta tempo dulu. Sampai kini bioskop ini masih berdiri megah di area Menteng yang dahulu menjadi pusat kehidupan.

Bangunan tua yang masih paling terawat ini di bina tahun 1949. Fungsinya tak berubah dulu Bioskop Metropole XXI mempunyai nama Bioscoop Metropool yang sama-sama bermanfaat sebagai teater. Bangunan ini dirancang oleh Liauw Goan Sing ini semenjak dulu menjadi ikon area elit Menteng.

2. Semasa di Kota Tua
Nama kafe yang satu ini memang agak nyeleneh. Semasa di Kota Tuamenduduki lantai 3 Gedung Olveh yang berada di area Kota Tua. Bangunan tua yang masih terlihat kokoh berdiri ini memang punya cerita yang sama panjangnya. Gedung bergaya Art-Deco ini dulu dipergunakan oleh perusahaan asuransi zaman Hindia Belanda, Onderlinge Verzekeringsmaatschappij Eigen Hulp yang disingkat OLVEH.

Dibangun tahun 1921 OLVEH sukses direvitalisasi tahun 2016. Bangunan tiga lantai ini kini telah berubah fungsi. Gedung OLVEH ketika ini dapat dibilang menjadi jantung dari Kota Tua Jakarta, di sini tidak sedikit dilakukan sekian banyak pameran dan kegiatan lain. Di lantai 3 kamudapat menemukan kafe Semasa di Kota Tua yang bakal membawamu ke Jakarta tempo dulu.

3. Rumah Sakit Cikini
Rumah Sakit Cikini salah satu lokasi tinggal sakit swasta di Jakarta inimenduduki rumah pelukis familiar Raden Saleh. Rumah megah yang dipunyai Raden Saleh ini mempunyai luas 5,6 hektar. Pada masanya lokasi tinggal Raden Saleh ini menjadi salah satu lokasi tinggal terbesar dan termegah.

Pada masa tersebut rumah individu Raden Saleh memiliki tidak sedikit paviliun, kebun botani, hingga kebun hewan pribadi. Tapi di masa penjajahan Belanda, lokasi tinggal Raden Saleh dialihfungsikan menjadilokasi tinggal sakit. Sampai sekrang lokasi tinggal Raden Saleh ini tetap bertahan sebagai lokasi tinggal sakit.

4. Gedung Kesenian Jakarta
Gedung Kesenian Jakarta yang menjadi rumah semua seniman ini menduduki bangunan peninggalan masa kolonial. Gedung ini pun menyimpan di antara sejarah bangsa yakni Kongres Pemoeda yang kesatu tahun 1926. Presiden Soekarno pun meresmikan Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) di gedung ini.

Gedung tua yang terlihat megah ini pada masa penjajahan Belanda dipakai sebagai teater. Dibangun tahun di 1821 gedung yang jaman dulu disenut dengan nama Gedung Komedi sejumlah kali berubah fungsi. Akhirnya di tahun 1984 fungsinya dibalikkan menjadi teater.

5. Raja Kuring Restaurant
Di dekat pelabuhan Sunda Kelapa anda bisa tidak sedikit menemukan bangunan-bangunan tua yang dulu bermanfaat sebagai gudang. Bangunan yang sampai ketika ini masih terlihat kokoh ini menyimpan tidak sedikit sejarah kejayaan di masa lalu.

Salah satunya di bangunan yang kini berubah faedah menjadi Raja Kuring Seafood Restaurant. Bangunan yang telah berusia lebih dari 400 tahun ini dulu ialah toko kayu yang lumayan besar. Bangunan seluas lebih dari 2000 meter persegi ini didominasi dengan blok kayu yang kokoh.

6. Tugu Kuntskring Palaeis
Tugu Kuntskring Palaeis yang berada di area elit Menteng pun adalahsalah satu bangunan bersejarah yang masih dijaga sampai sekarang. Dulu bangunan ini mempunyai sejarah panjang sebagai lokasi untuk mempromosikan seni rupa di Hindia Belanda.

Bataviasche Kunstkring yang umurnya telah lebih dari seratus tahun inipulang menjadi sebuah restoran. Bangunan bersejarah ini berubah nama menjadi Tugu Kunstkring Pales di tahun 2013 bertepatan dengan usianya yang ke 99 tahun.

7. Cafe Batavia
Cafe Batavia pun menjadi di antara ikon di Kota Tua Jakarta. Cafe iniialah bangunan tertua kedua yang berada di area Kota Tua Jakarta yang dilindungi. Bangunan ini di bina secara bertahap semenjak tahun 1805hingga dengan tahun 1850.

Sebelum menjadi Cafe Batavia, gedung ini pernah menjadi kantor administrasi VOC. Di tahun 1990 Cafe Batavia pun sempat pulang menjadi sebuah galeri seni. Baru di tahun 1991 bangun bersejarah ini pulang menjadi sebuah kafe laksana sekarang.

8. Gedung Pusat PT Asuransi Jiwasraya
Di antara barisan bangunan di Jalan Juanda Raya, terdapat satu bangunan tua yang paling menonjol. Gedung tua yang masih terlihat megah sampaikini ini ialah kantor pusat PT Asuransi Jiwasraya.

Gedung ini dahulu miliki konglomerat asuransi Hindia Belanda, NILLMIJ (Nederlandsch Indische Levensverzekering en Lijfrente Maatschappij) VAN 1859. Jadi memang semenjak dulu bangunan ini beroperasi sebagai kantor asuransi. Gedung megah ini ialah karya kesatu arsitek Pieter Adriaan Jacobus Moojen yang pun mendesain Kuntskring.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *